-->

Mengenal Hidroponik Rakit Apung, Kelebihan Dan Kekurangan Floating Raft

hidroponik merupakan metode pertanian tahap lanjut yang memungkinkan menghilangkan keterlibatan unsur tanah dalam sebuah kegiatan bercocok tanam.

hidroponik sendiri memiliki berbagai macam sistem tanam, diantaranya adalah sistem rakit apung, NFT, irigasi tetes dan sistem sumbu atau sistem wick.

setelah pada artikel sebelumnya saya membahas tentang kelebihan dan kekurangan sistem wick atau sumbu, kali ini kita akan mengulas tentang Hidroponik sistem Rakit Apung atau dalam bahasa kerennya di sebut Floating Raft system.

sistem rakit apung dalam hidroponik juga sering di sebut sebagai distem aquaculture, penasaran lebih banyak tentang hidroponik sistem rakit apung, yuk kita bahas sampe tuntas di bawah ini.

Mengenal Sistem Hidroponik Rakit Apung.

Apaitu Hidroponik Rakit Apung ?


hidroponik rait apung atau sering juga di sebut aqua culture system (dalam bahasa inggris : floating raft system) merupakan salahsatu sistem pada hidroponik yang sudah di kembangkan sejak tahun 1976 oleh seorang bernama Masantini di italia system rakit apung ini juga pernah di kembangkan oleh jansen pada tahun 1980 an di arizona.

selain sistem wick mungkin sistem rakit apung ini merupakan salahsatu sistem hidroponik yang paling mudah untuk di aplikasikan, karena dalam sistem hidroponik aktif rakit apung tidak memerlukan banyak alat dan cukup sederhana dalam pengoprasiannya. 

pada prinsipnya untuk membuat hidroponik rakit apung, kamu membutuhkan kolam penampungan air, rakit apung dari styrofoam dan netpot yang di rangkai menjadi satu.
dalam sistem rakit apung ini kamu juga membutuhkan aliran listrik untuk menjalankan aerator atau sirkulasi air agar kebutuhan nutrisi dan oksigen di ar tersuplai secara merata.

cara membuat hidroponik rakit apung


seperti yang saya katakan di atas, membuat hidroponik dengan sistem rakit apung ini tidak terlalu sulit. kamu hanya membutuhkan kolam atau bak air bisa dengan semen, plastik atau bahan lainnya yang berfungsi sama dan tidak bocor.

selain bak, kamu juga membutuhkan styrofoam untuk membuat ar tetap mengalir untuk tanaman, selain itu kamu membutuhkan netpot dan aerator.
netpot dan styrofoam akan berfungsi untuk media tempat menanam tanaman atau sayur hidroponik. sedangkan aerator dan pompa air berguna untuk membuat sirkulasi air dan memasok oksigen terlarut dalam air.

untuk lebih jelasnya kamu bisa melihat gambar di bawah ini :
Mengenal Hidroponik Rakit Apung, Kelebihan Dan Kekurangan Floating Raft
contoh hidroponik rakit apung

prinsip kerja hidroponik rakit apung.


pada dasarnya hidroponik sistem rakit apung ini hampir mirip dengan sistem sumbu atau sistem wick. jika kamu belum mengetahui tentang sistem wick kamu bisa membaca artikel cara membuat hidroponik sistem wick dari barang bekas. kesamaan pada dua sistem ini adalah sama-sama menggunakan sistem hidroponik statis dan sederhana. selain itu beberapa jenis rakit apung juga masih menggunakan sumbu dalam pengaplikasiannya.

perbedaan mendasar dari dua sistem antara sistem sumbu dan rakit apung terletak pada jumlah air yang lebih banyak pada sistem apung, selain itu dalam sistem apung ini tanaman menggunakan sterofoam sebagai media bantu mengapung sedangkan dalam wistem wick netpot di letakan diatas wadah sehingga tidak bersentuhan langsung dengan air. 

kekurangan dari sistem rakit apung dan sistem sumbu juga bisa di katakan sama dan tidak berbeda jauh, namun rakit apung ini bisanya lebih banyak di gunakan dalam pertanian skala industri.

 Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik Rakit Apung


setiap system dalam hidroponik pastinya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, tidak ubahnya dengan sistem hidroponik rakit apung ini, beberapa kelebihan dan kekurangan hidroponik rakit apung diantaranya adalah sebagai berikut.


Kelebihan sistem Rakit apung hidroponik


  1. biaya pembuatan rakit apung hidroponik ini relatif murah jika dibandingkan dengan sistem NTF atau sistem lain dalam hidroponik karna sistem ini tidak membutuhkan banyak alat penunjang hidroponik.
  2. bahan untuk membuat hidroponik sistem rakit apung ini cenderung lebih mudah di cari daripada hidroponik sistem lain yang mungkin mengharus kan anda untuk pergi ke toko tertentu untuk membuat rangkaian sistemnya.
  3. karna hidroponik sistem rakit apung ini sederhana, perawatan dari sistem ini cnderung mudah dan tidak sulit.
  4. meskipun rakit apung menggunakan airator namun pada praktiknya hidroponik ini tidak terlalu bergantung pada suplai listrik sehingga tidak terjadi masalh serius ketika terjadi pemadaman listrik.
  5. pada sistem hidroponik rakit apung kamu akan di untungkan dengan biaya produksi yang lebih hemat karena bisa menghemat air dan nutrisi juga aliran listrik.

Kekurangan Hidroponik Sistem Rakit Apung


selain memiliki beberapa kelebihan, hidroponik dengan sistem rakit apung ini juga memiliki beberapa kekurangan, diantara kekurangan hidroponik sistem rakit apung adalah sebagai berikut :

  1. system hidroponik ralkit apung akan memiliki hasil yang optimal jika di tempatkan di dalam ruangan seperti green house.
  2. akar tanaman lebih rentan mengalami pembusukan karna dalam sistem ini akar tanaman akan full terendam oleh air secara terus menerus.
  3. dalam sistem rakit apung, kadar oksigen yang terlarut dalam air lebih sedikit, namun kekurangan ini bisa di siasati dengan menggunakan airator.
  4. membutuhkan lahan yang cukup luas karena tidak bisa ditanam secara tumpang tindih.
  5. hanya cocok di aplikasikan untuk beberapa jenis tanaman sayuran daun dan berbatang pendek.

Tanaman Yang dapat di tanam pada sistem rakit apung

tidak semua jenis tanaman cocok dengan sistem tanam hidroponik rakit apung ini, beberapa jenis tanaman yang cocok ditanam dengan menggunakan sistem rakit apung diantaranya adalah sebagai berikut :


  • pakcoy
  • selada
  • kangkung
  • sawi
  • sledri
  • dan beberapa sayuran daun berbatang pendek lainnya
secara umum tanaman yang bisa di tanam dengan menggunkan rakit apung tidak boleh tanamn berpostur tinggi apalagi merambat, karena dalam sistem ini kamu harus menjaga volume berat tanaman dan juga keseimbangan wadah tanam da asupan nutrisi.

jika kamu ingin menanam sayuran seperti, tomat, cabai, atau bahkan melon dan semangka, mungkin jenis system hidroponik yang cocok kamu terapkan adalah sistem hidroponik irigasi tetes.

Tips sukses Bertani Hidroponik dengan sistem Rakit Apung

mengaplikasikan sistem hidroponik memang gampang-gampang susah, kita harus teliti dan telaten untuk embuat tanaman yang kita tanam tetap sehat dan tumbuh dengan maksimal, oleh karena itu saya punya beberapa tips yang wajib kamu perhatikan ketika kamu mencoba menerapkan hidroponik dengan sistem rakit apung.

  1. pentingnya menjaga suhu air. dalam hidroponi sistem rakit apung kamu harus menjaga sushu air agar tetap dingin untuk membuat tanaman tetap tumbuh sehat dan nyaman, jika suhu air ini tinggi maka akan banyak terjadi gangguan pada tanaman tertama aka. olehkarena itu sistem ini lebih cocok di letakan di green house untuk menjaga suhu air tetap stabil. suhu ideal dalam sistem ini antara 15 sampai 23 drajat celcius. kamu bisa menggunakan bantuan alat pendingin untuk membuat suhu air tetap rendah.
  2. gunakan airator selama 24 jam. tips lain untuk menanam hidroponik dengan istem ini adalah menggunakan airator selama 24 jam, meskipun sistem ini tidak masalah jika tidak menggunakan airator. tapi beberapa jenis tanaman membutuhkan oksigen terlarut dalam air khusunya untuk di serap oleh akar danmembantu proses fotosintesis.
  3. mengalirkan nutrisi dengan merata. selain airator kamu juga bisa menggunakan pompa air untuk aquarium untuk membuat sirkulasi air secara merata misalnya di buat memiliki arus memutar untuk menjaga suplai oksigen dan nutrisi secara merata.
  4. bunuh bakteri dengan lamupu UV. dalam sistem rakit apung, sangat mungkin air tercemar oleh bakteri dan virus yang tidak menguntungka atau bahkan berpotensi menjadi hama bagi tanaman, oleh karena itu kamu bisa menggunakan bantuan sinar uv untuk membunuh bakteri jahat yang berada di air, namun cara ini tidak wajib.
Mungkin kamu juga belum tahu tentang perbedaan hidroponik dan aquaponik juga kekurangan kelebihannya. silahkan baca dengan klik tulisan berwarna hijau.

nah itudia sedikit ulasan singkat tentang hidroponik sistem rakit apung yang bisa kamu coba di rumah. selamat menanam dan semoga berhasil. sampai jumpa di artikel berikutnya. ilmukebun.com

1 Response to "Mengenal Hidroponik Rakit Apung, Kelebihan Dan Kekurangan Floating Raft"

silahkan berkomentar, bertanya, menambahkan atau menyanggah segala sesuatu yang berkaitan dengan isi artikel, komentar di luar isi artikel akan kami anggap sebagai spam..

Iklan Atas Artikel

displai iklan tengah 1 horizontal

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel